Webinar 4: Peran Stimulasi Dalam Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak 2-6 Tahun
Sumber Gambar :SERANG, dwp.bantenprov.go.id- Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Webinar Peningkatan Kapasitas Dharma Wanita Persatuan dalam Pencegahan Stunting Tahun 2022 dengan sub tema “Peran Stimulasi dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 2-6 Tahun” melalui zoom meeting pada Kamis (17/11/2022).
Turut hadir penasihat DWP Provinsi Banten Ny. Tine Al-Muktabar secara online, Pj. Ketua DWP Provinsi Banten Ny. Tuchfah Tranggono, Wakil Ketua I DWP Banten Ny. Wiwi Tabrani, serta pengurus DWP Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus DWP OPD Provinsi Banten, DWP Kabupaten/Kota lingkungan Provinsi Banten, GOPTKI, IGTKI, dan Himpaudi.

Pada pemaparan pertama yang dibawakan oleh Dr.Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M. Mus dengan materi Manfaat Mendengarkan Musik dan Bernyanyi untuk Tumbuh Kembang mengungkapkan kemampuan mendengar anak-anak sudah dimiliki sejak masa bayi, sehingga anak-anak responsip terhadap bunyi dan pengalaman tersebut secara signifikan berkonsribusi pada perkembangannya.
“Kehebatan indera pendengaran sebagai maha karya alam, sehingga dampaknya dapat merasakan suara, nada, dan berbagai kebisingan. Manfaat bermain musik dan bernyanyi diantaranya mampu berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan kreatif” paparnya.

Pemaparan kedua dibawakan oleh Trianovita Andraini dengan materi Kekuatan Bermain pada Anak Usia Dini mematahkan anggapan tentang bermain hanya untuk bersenang-senang juga membuat jadi berantakan, selain itu tidak terkendali dan intelektual. Padahal bermain pada anak sama dengan belajar yang dapat membantu perkembangan anak baik secara motorik, sosial emosi, bahasa dan komunikasi, maupun koginitif.
“Ciri-ciri bermain yang berkualitas adalah memberik kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi, meneliti, menguji dan memiliki idenya sendiri, memberi kesempatan kepada anak untuk mencapai potesninya, memungkinkan anak untuk menyampaikan/mengalirkan ide-idenya, memberi stimulasi yang kreatif dan merangsang berfikir kritis, memungkinkan koneksi pengetahuan-pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru: mengintegrasikan apa yang dipelajari, diketahui, dirasakan dan dimengerti, juga memperkuat ikatan: anak dapat mengenal dirinya, partner bermainnya dan adanya rasa memiliki.” tuturnya.

Pada pemaparan terakhir disampaikan oleh Roman Ardian Goenarjo dengan materi Aktivitas Fisik pada Anak 2-6 Tahun memiliki manfaat, yakni meningkatkan pembakaran energi, optimalisasi tumbuh kembang anak, meningkatkan fokus dan proses belajar, memperbaiki mood dan membantu tidur, serta memperkuat hubungan sosial dan emosional anak-orang tua juga anak-teman bermain.
“Tips aktivitas fisik pada anak usia 2-6 tahun adalah batasi aktivitas sedenter atau rebahan, tentukan screen time, berikan variasi aktivitas fisik, dapat mulai main Bersama teman, aturan permainan yang sederhana, integrasiakn dengan aktivitas sehari-hari (rumah, tetangga, sekolah), dan semangati mereka tetap utamakan suasana santai, fun, dan happy.” tutupnya. (srh)